Ekspektasi vs Realita #2

Tiba-tiba pengen aja nulis tentang hal ini dan sepertinya dulu sudah pernah. Dan memang sudah pernah, ini postnya Ekspektasi vs Realita haha.

Postingan ini tidak lepas dari pengalamanku sendiri ketika ikut (nonton) acara-acara kompetisi di tv dan juga pas ikut kompetisi sendiri. Kalau yang nonton itu beneran, khususnya di tahap-tahap audisi dan eliminasi awal. Soalnya lagi kegandrungan banget nonton Stand Up Comedy dan Indonesian Idol. 

Disini pasti setiap peserta (yang-yakin-bisa) pasti berekspektasi bahwa dirinya bakal lolos ke tahap selanjutnya, apalagi kalau juri sudah ngasih tanda-tanda kalau senang dan menikmati apa yang peserta tunjukkan. Rasanya pasti udah kayak dapet lampu hijau gitu dan kadang lupa untuk mempertimbangkan bagaimana peserta lain menunjukkan bakatnya. Padahal ini penting lho, untuk mempersiapkan mental bahwa ada 2 kemungkinan kalah atau menang.Tapi ya gimana lagi, yang penting I've done my best and the judge seems great with my performance.

Aku pernah ngalamin hal serupa ketika ikut lomba. Di situ posisinya aku dan temen-temen bisa nonton semua presentasi dari finalis lomba. Ketika aku dan tim ada menjadi presentator, juri sungguh menaikkan ekspektasi, memuji lah padahal tim lain jarang yang dipuji, nggak ngasih pertanyaan sedikitpun padahal pertanyaan untuk tim lain banyak, everything that make you berekspektasi berlebih terjadilah pokoknya. Sumpah, itu mumbul (naik) banget. Tapi pas pengumuman, jatuhnya sakit banget. We failed, we're not the winner.

Kemudian, saya sampai di kesimpulan. The impossible things could happen, yang dianggap tidak akan terjadi bisa terjadi. Jadi, ekspektasi itu juga bisa diartikan sebagai GR (Gede Rasa atau Gegeden Rumangsa). Padahal awalnya itu hanya sebagai harapan yang terserah bisa dipenuhi atau tidak, kemudian berubah menjadi keinginan yang sebisa mungkin dipenuhi. Haha, this heart could hurt a lot.

Boleh lah kita berekspektasi, tapi siapkan juga diri kita agar bisa menerima kalau yang terjadi berkebalikan dengan apa yang kita ekspektasikan. What doesn't kill you, make you stronger :)

Salah satu teman hebat saya, Mas Priyandaru Agung ET pernah bilang:
Dipuji tidak terbang, dicaci tidak tumbang.
quotenya bagus kan? ;))
-sekian- 

This entry was posted on Saturday, February 8, 2014 and is filed under ,. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

3 Responses to “Ekspektasi vs Realita #2”

  1. aaaak, i know that kind of feeling, haha :'D
    miss you all, my great team!
    in the end, we'll always learn from a thing can't be achieved :)
    ganbatte!

    ReplyDelete
    Replies
    1. miss you too, mbak yon mbak fer :*
      yaa, selalu ada pelajaran berharga dibalik semua itu :)
      kalo mengikuti kompetisi yang ada trus terlintas di pikiran, jangan banyak berharap haha

      Delete
  2. www.indobet77.com

    Master Agen Bola , Casino , Tangkas , Togel Terbesar
    dan Terpercaya Pilihan Para Bettor

    Promo Terbaru :
    - Bonus  10% New Member Sportsbook
    - Bonus 5% New Member Casino Online
    - Bonus 10% Setiap Hari Bola Tangkas
    - CASHBACK untuk Member
    - BONUS REFERRAL 5% + 1% Seumur Hidup

    untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
    - YM : indobet77_sb2@yahoo.com
    - EMAIL : indobet77@gmail.com
    - WHATSAPP : +63 905 213 7238
    - WECHAT : indobet77
    - SMS CENTER : +63 905 213 7238
    - PIN BB : 2B65A547 / 24CC5D0F

    Salam Admin ,
    http://indobet77.com/

    ReplyDelete