demi engkau

jadi inget cerita kisah hari Jum'at kemarin. setelah aku sama ani makan bekal di kelas, aku sama dia pergi ke depan BEM buat nglanjutin laporan masing-masing yang ternyata kebanyakan dari yang kami garap salah kurang benar.

sambil sesekali ngemil dan ngliatin yang pingpong (aku lupa siapa), kami tetep lanjut ngerjain laporan. tapi tiba-tiba BRRZZZ!!! 

HUJAN BADAI yang DERAS DAN KENCANG menyapa! wahwahwah kayak ngajak berantem aja -________-"

tapi aku sama ani tetep fokus ngerjain tugas, haha. yaiyalah, walaupun sesekali ngomentarin hujan.

aku: "wah ujannya deres banget"

-ngerjain laporan lagi-

ani: "wah enak nih buat tidur"

-ngerjain laporan lagi-

aku: "wah aneh banget ujannya.."

ani: "iya, aneh banget"

kata aneh pastinya berasal karna kami belum pernah/jarang sekali melihat hujan seperti itu dan yang teringat saat itu adalah hari itu hari Jum'at dan para ikhwan (weseh bahasaku) harus segera menunaikan sholat Jum'at.

hujan masih aja turun dengan deras, pas bapak-bapak udah pada kumpul di selasar BEM sambil berpikir bagaimana cara menuju ke masjid yang jaraknya lumayan jauh. kalo nerobos hujan pasti basah kuyup!

beberapa temenku juga pada diem di tempat, sambil mikir juga kayaknya. sedangkan aku sama ani masih sibuk dengan laporan walaupun kadang-kadang ngomentarin bagaimana mereka kesana.

dan tiba-tiba rian muncul dari arah koperasi (arah depan BEM) dengan membawa payung yang kecil. eh, mas dedek langsung nebeng aja sama rian. padahal badan mereka gede-gede gitu, haha.

*sayang sekali aku nggak bawa kamera

terus temen-temenku yang ada di selasar BEM yang tadi pingpongan juga langsung bersiap menuju kesana setelah nitipin barang-barangnya ke aku sama ani. beberapa ngambil payung-yang-nggak-jelas-siapa-yang-punya di depan BEM dan langsung cabut ke masjid. 

tapi pandanganku langsung beralih ke bapak-bapak yang masih saja nunggu dan berharap hujan reda walaupun hanya sedikit. akhirnya ada satu bapak yang berinisiatif ngambil papan eternit entah darimana. terus satu papan buat berdua dan akhirnya mereka berhasil sampai di masjid dengan selamat walaupun basah kuyup.

*sayang sekali nggak aku foto semua kejadian itu

taukah apa inti dari cerita ini?

SUBHANALLAH sekali. mereka rela menerjang hujan yang deres banget itu demi memenuhi kewajiban bahkan yang sudah mereka anggap kebutuhannya itu. mereka rela berkorban basah kuyup demi bertemu dengan-Nya. SUBHANALLAH lagi :)

This entry was posted on Sunday, December 12, 2010 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

5 Responses to “demi engkau”