Photo Journalism #2

ini adalah sambungan photo journalism minggu lalu~

kalau kemarin udah ngomongin syarat photo journalism dan the important things about the photo, sekarang aku akan share teknisnya bagaimana.

technically apa aja sih yang dibutuhkan dari diri kita?
  • Teknis. teknis disini berupa pencahayaan dan white balance. biasanya kalau sekarang menggunakan Auto tapi kalau manual udah dewa ya boleh saja, hehe. Auto/manual itulah yang bisa dibilang salah satu point dimana kamera berbicara, percaya dulu deh kita sama hasilnya. kalau memang hasilnya 'kurang real' bisa di photoshop  untuk mengembalikan realitas.
  • Posisi. serve of place itu sendiri, posisi kita dimana menentukan hasil foto yang berbeda. misalnya: 
google.com

google.com
  • Komposisi. komposisi adalah penempatan objek sehingga menghasilkan foto yang tidak biasa. 
Komposisi itu sangat fleksibel, apa yang kita anggap bagus belum tentu dianggap bagus oleh orang lain -Arbain Rambey
  • Moment. ini hal yang paling penting lainnya. moment itu tidak datang setiap saat apalagi datang dengan waktu yang lama. simpel saja, misalnya ketika seseorang berbicara, mimik dan gerakannya ketika berbicara tidak akan selalu sama ketika bicara pertama kali dan mungkin kedua kalinya.
  • Rasa. rasa disini adalah kita merasakan bagaimana foto yang dihasilkan apabila foto diambil seperti ini dan seperti itu, efeknya gimana sih? apakah akan menimbulkan SARA atau menimbulkan pikiran-pikiran lain. dari sisi ini lebih mudahnya kita merasakan apa yang orang lain artikan ketika melihat foto yang kita ambil.
lalu apa syarat fotografer jurnalistik?
well, karena fotografer jurnalistik itu mau ditempatin dimana saja dan dalam kondisi apapun. orang-orang yang ada didalamnya harus:
  1. Tahan sadis dan jangan cengeng. 
  2. Tahan lapar. kenapa? karena di Indonesia sendiri masalah keamanan itu adalah hal yang perlu diperhatikan. kalau di luar negeri, misalnya pas motret kegiatan olahraga, kalau si fotografer lapar dan mau makan yaudah makan aja dan kameranya ditinggal nggak papa. tapi kalau di Indonesia, sekalinya kamera ditinggal, ilang sudaaaah.
  3. Jangan takut hantu.
  4. Jangan jijik-an.
  5. Jangan egois.
  6. Disiplin.
  7. Cuek saat motret. tapi cuek dalam hal ini tidak mengesampingkan rasa lhooo. 
etikanya seperti apa sih?
  1. Jangan ada yang dilecehkan. jadi seperti yang kemarin kita harus cek dan ricek dulu sebelum benar-benar memuat berita dan foto tersebut.
  2. Kalau motret orang nggak perlu izin dalam foto yang umum (banyak orang)
  3. Izin kalau nggak senonoh (?). misalnya kalau menurut kita itu dapat menyinggung orang yang difoto, jadi izin itu diperlukan.
itu saja sih, tapi ada beberapa tambahan juga~
  • jadi kalau mau mendokumentasikan kerusuhan, kalau memang dari awal nggak mantep mending nggak usah berangkat.
  • dramatis/lebay. ini adalah foto-foto yang sering banget diambil oleh seluruh orang di dunia dengan angel yang sama dan berulang-ulang. harusnya dramatis malah jadi lebay.

this is the end of the sharing about photo journalism!
enjoy then :)

This entry was posted on Saturday, May 12, 2012 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply