Salatiga

setelah bergalau galau riaaaaaa~
bingung ke salatiga atau nggak, akhirnya diputuskan cabut ke sana.

setelah sarapan, diantarlah kami (saya, Ani, Uli, Halida) oleh omnya Ani sampai di tempat pemberhentian bus (tapi bukan terminal). pagi itu ramai sekali, suasana terlihat sangat sibuuuk. para sopir dan kenek bus sibuk mencari rezeki mereka, berkali-kali kami ditawarin, tapi kami tolak mentah-mentah dan tahukah kalian? dari kami berempat, yang tahu tentang jalur-jalur bus cuma Halida :p padahal dia yang badannya paling kecil, hehe. 

setelah menunggu agak lama, datanglah busnya, berangkatlah kami ke salatigaaaaaaa~

di perjalanan Uli dan Ani tidur, kalau saya memang terbiasa tidak tidur di perjalanan, apalagi dengan kendaraan umum, takut kenapa-kenapa. jadi saya melek selama kira-kira 2 jam, untung halida juga melek walaupun kami nggak ngobrol karna dia ada di belakang sedangkan saya di tengah.

sampai di salatiga, kami bete nungguin Ade dan Agung yang mau jemput. lamaaaaaa~

kami udah sampai nggak jelas, mau masuk SMAnya halida juga tapi nggak jadi gara-gara halida malu. dan jadinya kami menunggu di emperan toko. 

setelah Ade dan Agung datang ternyata mereka boncengan dengan satu motor, padahal kami berempat, haha, bodoh2 -_______-"
tapi memang rencananya mau nyewa motor sih, tapi alhasil nyewa mobil dengan 4 korban yang menunggu lagi proses penyewaan itu. saya, Ani, Uli, Halida yang sudah bosan memutuskan untuk masuk ke toko pernak-pernik cewek. tapi tidak lama kami langsung keluar mengingat toko yang kecil dan barang bawaan kami yang besar, nyenggol pecah kan berabe :p

akhirnya menunggu lagi di emperan toko sambil foto-foto..





beberapa lama kemudian, mobil dataaaaaaaaaang~

diangkutlah kami menuju rumah Ade yang ternyata gunung sekali! haha. dan sopir kami adalah Uli. nyetirnya ngeri (imho), tapi dia bilang itu biasa :O

sampai di rumah Ade, masih wah dengan hawanya, dingiiin~




tapi ternyata ada kabar sedih, kakek Brata meninggal jadi dia mau pulang duluan. saya yang memang rencananya mau pulang hari itu juga yang awalnya mau sore tapi endingnya ikut Brata aja mumpung ada temen. padahal pengen ke air terjunnya juga, huhu, tapi yasudah, ada yang menunggu di Jogja :)

lalu diantarlah kami ke terminal dan langsung dapet bus dengan tarif 10K sampai solo. saya dan Brata terpisah jauh, dia di bagian depan dan saya di belakang. karena was was akhirnya saya beli tahu petis dan makan cabenya biar nggak ngantuk and I did it! meleklah saya sampai Solo.

di jalan tadi sempat kenalan sama ibu-ibu juga yang mau ke Jogja. awalnya mau bareng tapi nggak jadi karna forget-it, tak perlu dibicarakan, hehe. dan barenglah saya dengan Brata lagi, kali ini satu tempat duduk. sepanjang perjalanan dia cerita tentang kakeknya, sedih deh dan kami malah ngomongin tentang kematian :(

sampai di Jogja, tepatnya turun di Janti, depan indomaret. dia langsung di jemput Yudi yang bingung kenapa kami bisa bareng, haha. dan saya di jemput oleh teman baik saya, Kribo :D

berakhirlah cerita kami disana, tapi saya tetap lanjut jalan buat makan sama Kribo dan nunggu bapak saya tercinta jemput :D

Semarang kompor, Salatiga kulkas. kami kami nggak ngompor tapi bener deh ini seruuu banget :D #nggaknyambung #biarin

we are traveller!

“There are no foreign lands. It is the traveler only who is foreign.” – Robert Louis Stevenson
  

This entry was posted on Saturday, June 18, 2011 and is filed under ,,. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply