Mitos Tentang Makanan dan Minuman

Ketawa sendiri deh baca beberapa dari ini, haha





Cukup makan saat flu. Bila tidak, akan menyebabkan panas tinggi

SALAH. Makan cukup tidak menjamin anda tidak akan demam. Demam merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk melawan kuman penyakit. Karena kuman yang memiliki suhu tubuh sebagai suhu optimum pertumbuhan akan terhambat 'operasi'nya saat tubuh kita demam. Panas tinggi maupun flu dapat menyebabkan kekurangan cairan. Ingat, flu tidak sama dengan selesma alias batuk-pilek(+demam)! Minum banyak cairan seperti air putih dan jus buah segar dapat membantu mencegah dehidrasi. Pada saat terkena panas tinggi maupun flu, sangat baik untuk tetap makan teratur. Kekurangan gizi dapat memperlambat kesembuhan.

Satu jam sesudah makan baru boleh berenang
SALAH. Tidak perlu menunggu satu jam sesudah makan baru masuk ke dalam kolam renang. Bagaimanapun, dianjurkan agar menunggu pencernaan selesai bekerja, terutama bila Anda makan makanan berlemak dan berniat untuk berenang agak lama dengan mengerahkan seluruh tenaga. Juga disarankan untuk tidak berenang sambil memakan permen karet atau makan karena dapat menyebabkan "shock". *hehe, shock karena keselek kali ya?*

Kopi menghambat pertumbuhan
SALAH. Kopi (kafein) memang tidak berpengaruh pada pertumbuhan anak. Namun sebaiknya jangan masukkan kopi dalam daftar diet (pola makan) anak-anak. Kafein dapat menghalangi / mengurangi efisiensi penyerapan kalsium dan bahan nutrisi yang lain.

Ikan merupakan makanan yang baik bagi perkembangan otak
BETUL. Ikan merupakan sumber asam omega-3 yang baik yang ditemukan sebagai makanan penting bagi fungsi otak. Namun demikian, ikan-ikan tertentu mempunyai kandungan merkuri (raksa) dalam jumlah yang dapat berefek buruk pada kesehatan. Oleh karena itu, disarankan agar wanita hamil atau sedang menyusui mengurangi serta membatasi konsumsi ikan tuna, ikan todak (apa ini ya?), dan ikan hiu. (hmm, sepertinya makan ikan hiu agak tidak umum ya di Indonesia? kecuali di restoran masakan Cina mungkin)

Cokelat sebabkan jerawat
BETUL… dan SALAH. Penelitian membuktikan bahwa tidak ada makanan yang spesifik sebagai penyebab jerawat. Makanan tertentu dapat menyebabkan jerawat bagi orang-orang tertentu. Misalnya, ada yang berjerawat sesudah makan coklat, sementara orang lain justru berjerawat setelah minum kopi berlebihan. Jadi, sebaiknya perhatikan makanan atau minuman apa yang menimbulkan jerawat dan hindari mengonsumsinya secara berlebihan.

Makanan pedas dapat menyebabkan bisul
SALAH. Pada orang-orang tertentu, makanan pedas dapat memperburuk gejala bisul mereka, tetapi makanan pedas tersebut bukan penyebabnya. Infeksi bakteri atau penggunaan obat analgesik yang berlebihan, seperti aspirin atau obat antibiotik, dapat merupakan penyebabnya.

Makan wortel dapat memperbaiki penglihatanSALAH (!!). Mitos ini dimulai pada perang dunia kedua ketika badan intelijen Inggris menyebarkan gosip bahwa penglihatan pilot mereka sangat baik di malam hari karena mereka makan banyak wortel; mereka tidak mau tentara Jerman tahu bahwa mereka menggunakan radar! Wortel dan sayuran lain yang mengandung vitamin A kadar tinggi dapat membantu menjaga mata yang sehat, tetapi memakannya lebih dari yang direkomendasikan tidak berpengaruh memperbaiki penglihatan. (waah… gosip yang populer!)
Mitos tentang kondisi kesehatan

Keluar rumah dengan rambut yang masih basah bisa sebabkan pilek.
SALAH. Cuaca dingin dan rambut basah tidak menyebabkan pilek atau influenza. Viruslah penyebabnya. Orang-orang cenderung terserang pilek dan flu lebih sering pada musim dingin atau musim hujan, karena virus tersebar lebih mudah di udara kering. Udara kering, baik di dalam maupun di luar ruangan (yang berarti ruangan ber-AC), dapat menurunkan ketahanan seseorang terhadap infeksi.

Membaca dengan lampu yang temaram dapat merusak mata
SALAH. Membaca dengan cahaya lampu yang temaram memang tidak berbahaya. Namun cahaya yang baik dapat membantu mencegah mata cepat lelah dan membuat membaca lebih mudah.

Terlalu banyak menonton televisi dapat merusak mata
SALAH. Menonton televisi tidak merusak mata (tidak peduli seberapa jauh jarak dari televisi), walaupun terlalu banyak menonton televisi dapat memberi pengaruh buruk pada anak-anak (secara psikologis). Penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang menonton televisi lebih dari 10 jam seminggu cenderung kelebihan berat badan (mungkin karena kurang gerak tapi makannya ngga berkurang), agresif, dan lambat mengikuti pelajaran di sekolah.

Bila Anda menjulingkan mata, maka mata Anda akan tetap juling
SALAH. Menjulingkan mata tidak menyebabkan mata juling selamanya. Mata juling disebabkan oleh gangguan pada garis mata. (dijamin salah, aku pernah coba dan ngga jadi juling beneran kok :p )

Mengisap jempol dapat menyebabkan gigi maju (tonggos)
BETUL, dan SALAH. Mengisap jempol sering dimulai sebelum lahir dan umumnya tetap berlangsung sampai usia 5 tahun. Mengisap jempol tidaklah berbahaya bila anak-anak berhenti melakukannya pada usia 4 sampai 5 tahun. Namun, tetap disarankan agar orang tua tidak membiarkan anak-anak mengisap jempolnya sesudah usia mereka mencapai 4 tahun, karena pada saat ini, gusi, rahang, dan gigi tetap mulai tumbuh. Itulah sebabnya, di atas usia 4 tahun, ada kemungkinan mengisap jempol akan merupakan penyebab gigi maju.

Menggigit ujung kuku dapat menyebabkan artritis.
SALAH. Namun, kebiasaan menggigit ujung kuku cenderung menyebabkan tangan bengkak, melemahkan genggaman, dan dapat melemahkan fungsi tangan.

Terlalu banyak mendengar suara bising dapat menyebabkan kurang pendengaran
BETUL. Hanya dalam 15 menit mendengarkan musik yang keras dan nyaring, suara mesin, atau suara bising lainnya dapat menyebabkan kurangnya pendengaran dan tinnitus (apa ya ini?) yang bersifat sementara. Suara nyaring dapat menyebabkan gendang telinga bergetar berlebihan dan merusak selaput telinga. Mendengarkan suara nyaring terus-menerus dapat menyebabkan hilangnya pendengaran secara permanen.

source: Old Wive's Tales. Just found it.

This entry was posted on Friday, October 15, 2010 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

2 Responses to “Mitos Tentang Makanan dan Minuman”