Terry Jones, lebaran, dan kiamat

hari ini aku sama keluargaku silaturahmi ke tempat dosennya ibuku, Bapak Husein. tiap tahun pasti kesana, kalo nggak kesana pasti rasanya ada yang kurang. kenapa? karena di sana kami selalu mendapat ilmu.

kalian pasti tahu kan berita tentang pendeta Terry Jones yang mau nekat mbakar Al-Qur'an di hari Idul Fitri? sebuah aksi yang pasti dapat kecaman keras dunia. ya iyalah, gimana nggak, kalo itu udah menyangkut sebuah komunitas yang tidak kecil, pasti dunia, khususnya negara-negara Islam mengecam keras. 

nah, apa hubungannya aku silaturahmi dengan Terry Jones? gini-gini ceritanya, tadi datang ke rumah beliau, beliau langsung membuka pembicaraan dengan pertanyaan. "Terry Jones tak tunggu mbakar, malah rasido yo? (Terry Jones aku tunggu buat bakar, tapi nggak jadi ya?)

aku spontan ketawa, nggak cuma aku ding, semua ketawa. kaget aja, secara beliau adalah seorang ustadz juga tapi tiba-tiba ngomong begitu. tapi beliau langsung menjelaskan apa yang ada dipikirannya.

kurang lebih seperti ini:

Al-Qur'an itu dibakar nggak papa, mau berapa ribu eksemplar, silahkan bakar aja. karena Allah SWT sudah berjanji dalam ayatnya bahwa Dia adalah yang menciptakan dan Dia juga adalah yang akan menjaganya sampai akhir zaman. masih banyak kok yang sudah hapal Al-Qur'an.
kenapa semua orang mengecam? padahal nggak semua orang berpegang pada itu, megang sih megang, tapi apa mereka mengamalkan? hanya membaca tapi tidak mengamalkan. pemerintah mengecam? tapi apa mereka mengamalkan apa yang diajarkan Al-Qur'an, mana buktinya? padahal korupsi ada di tubuh pemerintah sendiri.
biarkan itu Terry Jones membakar Al-Qur'an, biar dunia tahu bagaimana dia membenci Islam, seperti yang udah ada dalam Al-Qur'an, dia tidak akan berhenti sampai kita masuk ke keyakinannya.

yah begitulah, sebuah pandangan baru tentang apa yang ada di dunia ini, dan sebenarnya ada benarnya juga, hehe.

terus tadi juga ngomongin tentang lebaran menurut pandangan beliau, tentang bagaimana lebaran adalah hari besar yang paling meriah dibanding hari besar yang lain. dimana semua orang merayakannya, dimana semua orang mendapat nikmat maupun imbasnya. 
gembira loka (kebun binatang di Yogyakarta) penuh karena lebaran, Taman Pintar penuh, rumah makan penuh, itulah nikmat dan imbas dari lebaran. kecelakaan yang terjadi di Indonesia saat mudik juga masuk dalam hitungan imbas lebaran. tapi dari semua itu siapakah yang benar-benar menang? faizin (kemenangan), yang memperoleh adalah umat Islam yang benar-benar menjalankan puasanya yang 30 hari dan menjaga hawa nafsunya, yang lain hanyalah semacam penggembira.
seperti yang di firmankan oleh Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 71, "Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. "

begitulah pemikiran beliau.

lalu kiamat juga dibicarakan. tentang gambarannya dalam berbagai surat di dalam Al-Qur'an, seperti Al-Qoriah, Al-Zalzalah, dsb. dimana gunung akan terbang seperti kapas, manusia akan menjadi seperti anai-anai, lautan akan dipanaskan lalu ditumpahkan kedaratan, dan langit akan membelah dan bintang-bintang akan bertubrukan. bagaimana mengerikannya itu semua?

sebuah pandangan baru yang sepertinya tidak akan diperoleh kalau kami tidak ke rumah beliau, Maha Suci Allah dalam segala firman-Nya :)

This entry was posted on Sunday, September 12, 2010 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply