kinahrejo, 13 Januari 2011

Monday, January 17, 2011

masih ingat kejadian apa yang menggemparkan dunia khususnya Yogyakarta, Indonesia pada bulan november tahun 2010? yap, itu adalah erupsi merapi yang mengeluarkan wedhus gembelnya sejauh 15 km dan itu menjadi catatan dunia bahwa itu adalah erupsi merapi terbesar sepanjang 100 tahun terakhir.

pasca letusan merapi tanggal 5 November 2010, merapi dinyatakan berstatus aman pada tanggal 8 Desember 2010, tetapi kami geng brandal (kata mas andy) yang beranggotakan aku, ani, halida, abi, yogi, rindra, tetapi tanpa uli dan ditambah yudi, windi, dan sherly beserta dua teman abi baru melaksanakan acara lihat-lihat disana kamis, 13 Januari 2011 kemarin. 

berencana berangkat jam 6 pagi dari kampus tetapi akhirnya tidak terlaksana karena totally pada ngaret (aku juga :p), dan yang paling ngaret adalah abi dan dua temannya (sampe pengen dicekek sama ani). jadinya kami berangkat pukul setengah 8, tapi mampir dulu ke burjo untuk sarapan, dan baru benar-benar berangkat pukul setengah 9an, dengan acara mampir lagi ke minimarket untuk membeli minum dan snack.

langit saat itu awalnya tidak cukup mendukung. menduuung dan aku ingat kata mas puguh, kalau misal mendung mending nggak usah naik, rugi. tapi keputusan untuk naik tetep lanjut setelah matahari mulai kelihatan lagi.

saat di perjalanan, kendala tidak tahu kinahrejo dimana adalah halangan, jadi kami sempat bertanya dua kali, hehe. tapi akhirnya sampai juga. tarif masuk ditarik sebesar Rp 5000,-/orang dan untuk parkir motor sebesar Rp 2000,-.

awal masuk kawasan itu, we amazed with the landscape in front of us. hmm, jadi selama ini sampai kayak gini ya? biasanya cuma lihat di tv, tapi bakal lebih trenyuh pas lihat directly. tapi sayang, si merapi ketutup awan di bagian atasnya, uhuhu *harus kesana lagi berarti.

aku lupa jam berapa kami sampai sana. tanpa pikir panjang kami langsung jalan ke atas walaupun si rindra, yogi, dan sherly nyantol dulu di tempat temen SMAnya yang kebetulan ketemu di sana, tapi karena kelamaan yang lain males nunggu jadi perjalanan tetap lanjut, hehe.






jadi semenjak erupsi merapi november lalu, Sri Sultan sudah memberitahukan kepada masyarakat untuk mejadikan tempat itu sebagai tempat wisata sementara, jadi masuk kesana bayar untuk biaya pemulihan juga. tapi sangat disayangkan, kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya belum juga terbentuk, jadinya seperti ini zz




selama perjalanan aku sering mencar sendirian, kadang-kadang sama rindra, kadang-kadang sama yogi, kadang-kadang sama rindra sama yogi, yang lain sih pada jalan sesuai lintasan lewat jalan yang ada, tapi karena aku sering mencar sendiri mereka kadang bingung nyari aku, haha.

sebenarnya apa yang ku cari? pemandangan yang lain dari atas, bagaimana keadaan dari luar lintasan itu dan ternyata lebih buruk :|

sepanjang jalan ya seperti itu, hampir semua pohon sudah tumbang nggak bersisa, rumah-rumah bentuknya kacau tinggal puing-puingnya, bukit-bukit udah gundul, ada juga mobil yang kebalik dan berkarat tinggal kerangka, gapura merapi juga ambrol :(














tapi di gapura ambrol yang ada bertuliskan merapi dengan aksara jawa dibentangkan garis polisi agar kita tidak melintas lebih jauh dan di situlah perjalananku sebagai si bolang (julukan baru untukku, bocah ilang) berakhir. 

dan kami pun memutuskan untuk pulang karena rindra ada acara dan cuaca sudah mendung.



harapan-harapan ke depannya juga tertulis di sana dalam bentuk spanduk atau apa itu namanya.



lain kali, kalau aku kesana lagi entah dengan siapa, aku akan menanam pohon untukmu, lereng merapi kami dan cepat kembalilah seperti dulu :)



-FIN-

You Might Also Like

2 comments

  1. pertamax! :D

    banyak yang reboisasi lho disana :)

    ReplyDelete
  2. iyaaaa, kemarin juga ada :)

    aku juga pengen besok2 :D

    ReplyDelete

pageviews

followers

Subscribe